Halaman

Sabtu, 21 Februari 2015

Motivation for us

1. AL-FARABI



Abū Nasir Muhammad bin al-Farakh al-Fārābi (872-950) disingkat Al-Farabi 
adalah ilmuwan dan filsuf Islam yang berasal dari Farab, Kazakhstan.


Ia juga dikenal dengan nama lain Abū Nasir al-Fārābi (dalam beberapa sumber 
ia dikenal sebagai Abu Nasr Muhammad Ibn Muhammad Ibn Tarkhan Ibn Uzalah 
Al- Farabi, juga dikenal di dunia barat sebagai Alpharabius, Al-Farabi, Farabi, 
dan Abunasir).

Al Farabi dianggap sebagai salah satu pemikir terkemuka dari era abad
 pertengahan.

Selama hidupnya al Farabi banyak berkarya. Jika ditinjau dari Ilmu Pengetahuan,
 karya-karya al- Farabi dapat ditinjau menjdi 6 bagian:
  1. Logika
  2. Ilmu-ilmu Matematika
  3. Ilmu Alam
  4. Teologi
  5. Ilmu Politik dan kenegaraan
  6. Bunga rampai (Kutub Munawwa’ah).
Karyanya yang paling terkenal adalah Al-Madinah Al-Fadhilah 
(Kota atau Negara Utama) yang membahas tentang pencapaian kebahagian
 melalui kehidupan politik dan hubungan antara rejim yang paling baik menurut 
pemahaman Plato dengan hukum Ilahiah Islam.

2. AL-BATANI


Al Battani (sekitar 858-929) juga dikenal sebagai Albatenius adalah seorang ahli 
astronomi dan matematikawan dari Arab. Al Battani nama lengkap: Abū Abdullāh 
Muhammad ibn Jābir ibn Sinān ar-Raqqī al-Harrani as-Sabi al-Battānī), lahir di 
Harran dekat Urfa.

Salah satu pencapaiannya yang terkenal dalam astronomi adalah tentang 
penentuan Tahun Matahari sebagai 365 hari, 5 jam, 46 menit dan 24 detik.

Al Battani juga menemukan sejumlah persamaan trigonometri:
Ia juga memecahkan persamaan sin x = a cos x dan menemukan rumus:
dan menggunakan gagasan al-Marwazi tentang tangen dalam mengembangkan
 persamaan-persamaan untuk menghitung tangencotangen dan menyusun tabel
 perhitungan tangen.

Al Battani bekerja di Suriah, tepatnya di ar-Raqqah dan di Damaskus, yang juga
 merupakan tempat wafatnya.


3. IBNU SINA

Ibnu Sina (980-1037) dikenal juga sebagai Avicenna di Dunia Barat adalah 
seorang filsuf, ilmuwan, dan juga dokter kelahiran Persia (sekarang sudah 
menjadi bagian Uzbekistan). Ia juga seorang penulis yang produktif dimana 
sebagian besar karyanya adalah tentang filosofi dan pengobatan. Bagi banyak
 orang, beliau adalah Bapak Pengobatan Modern dan masih banyak lagi sebutan 
baginya yang kebanyakan bersangkutan dengan karya-karyanya di bidang 
kedokteran. 
Karyanya yang sangat terkenal Qanun fi Thib  merupakan rujukan di bidang
 kedokteran selama berabad-abad.

Ibnu Sina bernama lengkap Abū ‘Alī al-Husayn bin ‘Abdullāh bin Sīnā lahir
 pada 980 di Afsyahnah daerah dekat Bukhara, sekarang wilayah Uzbekistan 
(kemudian Persia), dan meninggal pada bulan Juni 1037 di Hamadan, Persia (Iran).

Dia adalah pengarang dari 450 buku pada beberapa pokok bahasan besar,
 banyak di antaranya memusatkan pada filosofi dan kedokteran. Dia dianggap 
oleh banyak orang sebagai Bapak Kedokteran Modern, George Sarton 
menyebut Ibnu Sina sebagai "Ilmuwan paling terkenal dari Islam dan salah satu
 yang paling terkenal pada semua bidang, tempat, dan waktu". Karyanya yang
 paling terkenal adalah The Book of Healing dan The Canon of Medicine, dikenal
 juga sebagai sebagai Qanun(judul lengkap:
 Al-Qanun fi At Tibb).

Karya
  1. Qanun fi Thib (Canon of Medicine/Aturan Pengobatan)
  2. Asy Syifa (terdiri dari 18 jilid berisi tentang berbagai macam ilmu pengetahuan)
  3. An Najat


Tidak ada komentar:

Posting Komentar